Tampilkan postingan dengan label ilmu fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu fotografi. Tampilkan semua postingan

5 Kamera DSLR murah kualitas baik

Senin, 26 November 2012

heeeh gue mau posting lagi tentang kamera, kali ini gue mau posting 5 kamera dslr murah berkualitas, jadi bukan asal murah, murah dan berkualitas, gue udh browsing di paman google, dan ini hasilnya, gue kga mau beli cuma mau tau aja cz si rumah masih ada banyak*spik doang pdhal kga punya duit wkwk, *gpph kan


Ini nih 5 Kamera DSLR murah kualitas baik di tahun 2012 ini,
dengan harga di bwah 6 juta, cocok untuk remaja dan pemula.





1. CANON 1000D = 4,5jt
Canon meluncurkan EOS 1000D (Rebel Xs) disaat penjualan EOS 450D sedang bagus-bagusnya. Tapi kini harga 450D sudah hampir sejajar dengan kamera DSLR semi-pro lawas seperti Nikon D80 sehingga 1000D ini jadi lumayan dicari oleh para budget-minded, apalagi 400D kini sudah semakin sulit dicari. EOS 1000D diluncurkan tengah tahun 2008 dengan paket lensa kit 18-55mm yang sudah dilengkapi IS. kamera ini memakai sensor CMOS 10 MP, dengan 7 titik AF dan mampu mencapai ISO 1600. Cukup mengejutkan saat mengetahui bahwa 1000D sudah dilengkapi dengan live-view, meski masih kalah mantap dari 450D. Kinerja shutter cukup standar dengan 3 fps, dan layar LCD juga standar dengan 2,5 inci.






2. OLYMPUS E520 = 4,5jt
Pengganti E510 ini masih tergolong DSLR entry-level, meski sebenarnya secara fitur sudah mendekati DSLR semi-pro. Olympus sendiri mengalami gap lumayan lebar dimana kamera diatas E520 adalah E3 yang tergolong kelas profesional. Untungnya celah ini kini terisi oleh produk yang tepat, bernama E30 yang dalam waktu dekat akan hadir di tanah air. Bila tidak sabar menanti E30 (yang diprediksi harganya akan sama seperti Nikon D90 atau EOS 50D), kenapa tidak menjajal E520 ini? Tersedia paket dengan lensa kit 14-42mm (di beberapa tempat dijual dengan paket dobel lens kit), dengan sensor NMOS 10 MP beraspek rasio 4 : 3 dan crop factor 2x, maka lensa kit ini menjadi setara dengan 28-85mm. E520 telah dilengkapi dengan live-view, anti debu, dan stabilizer pada bodinya.








3. SONY ALPHA A300 = 5,6jt
Bahkan Sony A200 pun dijual lebih murah lagi, paket lensa kit hanya 5 juta. Tapi kita tidak sedang membahas A200, kita membahas A300 disini. Sony A300 memakai sistem stabilizer pada bodi, layaknya Pentax dan Olympus. Sony Alpha A300 dan A350 menjadi pendobrak dunia DSLR modern dengan memberi solusi berbeda dalam menyaisati lambatnya auto fokus dalam mode live-view, dengan metoda sensor terpisah. Kecepatan fokus ini tidak menjadikan harga jual A300 lantas jadi tinggi.





4. PENTAX K-m = 6jt
Rupanya Pentax terinspirasi oleh Canon saat membuat 1000D, karena Pentax juga mengalami hal yang sama. Produk andalannya di kelas entry level, K200D rupanya terlalu mahal dan membuat Pentax terpaksa meluncurkan satu lagi produk yang lebih murah dari K200D ini. Ahlasil lahirlah Pentax K-m, dengan ciri tidak lagi memakai bodi weather sealed, dan membuat lensa kit baru yang lebih kecil dan ringan. Pentax memakai stabilizer pada sensor CCD 10 MPnya, sehingga artinya semua lensa yang dipasang di bodi Pentax akan merasakan efek stabilisasi hingga 3 stop. Versi hemat artinya tentu ada aspek yang dikurangi, dalam hal ini jumlah titik AF pada Pentax K-m ini hanya 5 titik saja (dibanding 11 titik pada K200D). Tapi 5 titik ini masih lumayan karena masih fleksibel saat kamera dipakai memotret vertikal atau horizontal. Soal ISO pun Pentax ini mampu mencapai ISO 3200 yang cukup mengagumkan untuk kamera sekelas ini. Inilah satu-satunya DSLR dengan tenaga 4 buah baterai AA.








5. NIKON D60 = 6,1jt
Nikon D60. Si pengganti D40 ini kini mengusung sensor CCD beresolusi 10 MP, dibekali lensa kit 18-55mm VR, fitur anti-debu, active-D lighting dan Expeed engine Nikon. Kamera ini mampu mencapai ISO 1600 (dan ISO setara 3200 bila dinaikkan satu tingkat dari ISO 1600), dengan kecepatan burst 3 fps. Modul AF memakai 3 titik AF saja, sangat basic, namun tersedia mode continuous servo untuk mengunci fokus benda yang bergerak. Inilah kamera yang tidak sarat fitur berlimpah namun tetap menjaga kualitas khas Nikon dalam kesederhanaannya.

























3 hal penting fotografi part2

Minggu, 25 November 2012

oke kemaren gue udah posting dasar kamera yg gue dapet dari worksop fotografi, setelah gue  baca" di google gue coba buat posting lagi , *gpph kan,
karena banyak yang harus gue pelajari tentang fotografi sebelum gue ngasih tutorial. Jadi, tutorialnya ga asal-asalan.

Yap, tutorial pertama ini adalah tentang fotografi. Kalian pasti familiar kan dengan yang namanya DSLR.  Oke, gue bakal ngasih tau tentang basicnya aja, kesananya tinggal kalian sendiri yang kembangin oke. Oke, gue mulai aja tutorialnya. *gue juga masih belajar

Jadi, dalam fotografi menggunakan DSLR, ada 3 hal penting yang harus kalian tau. Yang pertama...

1. Shutter Speed
Oke, sebelum gue kasih tau apa itu shutter speed, gue kasih tau dulu tentang 'shutter'nya dulu deh. Shutter itu adalah sesuatu di dalam lensa yang fungsinya untuk menangkap cahaya masuk ke dalam sensor kamera. Tiap kali kita menekan tombol shutter pasti selalu ada bunyi 'cekrek' kan? Nah, yang bunyi 'cekrek' itu-lah alat yang dinamakan shutter. Batas shutter speed yang bisa diatur di tiap DSLR beda-beda . Kalo kamera gue paling cepat 1/8000 detik dan paling lama 30 detik (30").

Jadi, apa itu shutter speed? Itu adalah rentang waktu antara terbukanya shutter untuk menangkap cahaya sampe shutternya menutup kembali. Singkatnya, shutter speed adalah kecepatan shutter dalam menangkap cahaya. Cara kerja shutter itu ibarat kedipan mata. Bunyi shutter kayak yang udah gue jelasin kan 'cekrek'. Pas bagian 'cek', itu tanda shutternya terbuka untuk menangkap cahaya. Nah, baru pas bunyi 'krek' berarti tanda shutternya nutup lagi. Jadi bisa dibanyangin kan cepatnya kerja kamera dalam mengambil gambar?

2. Aperture/Bukaan
Aperture itu adalah ukuran diafragma terbuka saat kita mengambil foto. Begitu kita menekan tombol shutter, diafragma (lubang) di depan sensor kamera kita akan membuka, nah setting aperture-lah yang menentukan seberapa besar lubang ini terbuka.

Aperture atau bukaan ini dinyatakan dalam satuan f-stop. Semakin kecil angka f-stop berarti semakin besar lubang terbuka, dan semakin banyak volume cahaya yang masuk. Begitupun sebaliknya, semakin besar angka f-stop semakin kecil lubang terbuka. Setting aperture terkecil di kamera gue f/3.5 dan yang paling besar f/22.

3. ISO
Nah, kalo ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor kamera terhadap cahaya. Semakin sensitif sensor kamera, semakin terang objek yang dipotret.

Nah, sekarang kalian udah tau 3 hal penting dalam DSLR. Sekarang, bagaimana cara menggunakan ketiganya?

Supaya bisa ngatur 3 hal ini kalian harus set DSLR ke salah satu mode berikut ini:

Program (P)
Shutter Speed Priority (Tv)
Aperture Priority (Av)
Manual (Manual)Kalo kalian pake mode P, Tv, atau Av makenya cukup gampang soalnya ada beberapa settingan yang udah diset otomatis. Misalnya di mode P, shutter speed dan aperture akan otomatis menyesuaikan dengan suasana tempat kita memotret, jadi kalian tinggal ngatur ISO aja. Di Tv karena namanya Shutter Speed Priority jadi kalian tinggal ngatur shutter speed, yang lainnya udah otomatis. Begitu pula dengan Av. Jelas?

Gue bakal ngejelasin kalian cara make ketiganya dalam mode M, karena di M ini kita bisa ngatur shutter speed, aperture, dan ISO secara bebas.





Tampilan setting Manual di kamera Canon 60D


Shutter speed kayak yang udah gue bilang, adalah kecepatan shutter dalam menangkap cahaya.Semakin lama shutter terbuka, semakin banyak cahaya yang masuk, sedangkan semakin cepat shutter terbuka, semakin sedikit cahaya yang masuk. Dengan kata lain, semakin kecil angka shutter semakin terang gambar yang dihasilkan. Coba liat foto2 yang gue ambil dibawah. Foto ini diambil dengan setting aperture f/5 dan ISO 640, tapi liat baik-baik angka shutter speed di bawahnya.






1/5






1/16






1/49






1/166



Waktu gue set shutter speed di 1/5, artinya shutter memerlukan waktu seperlima detik untuk membuka dan menutup kembali. Ketika angkanya gue tinggiin (makin cepat), gambar jadi gelap dan kipasnya jadi ga ngeblur dari foto sebelumnya.

Shutter speed yang cepat dibutuhkan untuk menangkap objek yang bergerak. Hasilnya objek yang dipotret seolah nge-freeze atau diam di tempat, biasa disebut freeze photograph. Oiya ada lagi kalo kalian motret mobil (yang lagi jalan) yang latar belakangnya ngeblur karena bergerak (motion blur) itu namanya panning.

Tapi inget, untuk membuat foto freeze, kalian harus motret dalam keadaan yang cukup cahaya. Bisa di luar ketika siang hari atau di dalam ruangan dengan lampu yang intensitas cahayanya tinggi, misalnya stadion bola. Kalo ga cukup cahaya atau dalam cahaya lampu biasa dalam ruangan, fotonya bakal gelap kayak di atas. Di dalam ruangan, setting shutter speed 1/15 cukup untuk menghasilkan foto yang terang, tapi ga ngeblur. Ini contoh foto freeze dan panning yang bisa kalian coba sendiri.





















































Nah kalo shutter speed yang lambat (0.3"-30") bisa kalian pake untuk sesuatu yang lebih artistik. Misalnya low light photograph dan light painting photograph. Di DSLR biasanya ada settingan khusus untuk jenis fotografi ini, namanya BULB.





















WAAA lupa pake kacamata!! (shutter speed: 10" atau 10 detik)



Nah, dari shutter speed kita beralih ke aperture saudara-saudara.

Bagaimana cara kalian menggunakan aperture? Oke, fungsi aperture sebenernya ga jau beda sama shutter speed. Fungsinya untuk mengatur volume cahaya yang masuk. Misalnya kalian pake mode manual, dan shutter speednya 1/15 tapi aperturenya kalian set 22, foto yang dihasilkan bakalan gelap karena lubang untuk masuknya cahaya terlalu kecil. Supaya terang, atau supaya lubang terbuka lebih besar, perkecil aja angka aperturenya. Aperture juga berfungsi untuk memperluas jarak fokus. Artinya, ketika kalian memotret objek jarak dekat (close up), kalian bisa membuat latar belakang objek ngeblur atau tetap fokus kayak objeknya. Biar lebih jelas liat baik-baik perbedaan dua foto di bawah. Foto-foto ini diambil pake mode Av.






Shutter speed 1/2 sec.; f/4.6; ISO 1000







Shutter Speed: 12 sec.; f/22.6; ISO 1000



Bisa kalian temuin perbedaannya? Yap, perbedaannya adalah background di foto yang pertama nge-blur sedangkan yang kedua fokus seperti objeknya (deodorant). Itulah kerja dari aperture.


Oke, kalian udah ngerti cara ngatur shutter speed dan aperture. Sekarang nyok kita belajar cara ngatur ISO.

Nah, dari pengalaman gue make kamera DSLR, gue jarang banget ngatur-ngatur ISO. ISO yang gue pake biasanya 800-1600 untuk semua suasana. Sebelumnya udah gue jelasin fungsi ISO itu untuk mengatur sensitifitas sensor terhadap cahaya. Jadi menurut gue, ISO yang biasa gue pake itu sensitifitasnya pas dan gak bikin foto terlalu gelap atau terlalu terang (overexposed).

Sekarang gue kasih contoh foto yang terlalu gelap dan terlalu terang. Foto-foto ini diambil dengan setting shutter speed 1/16 sec. dan aperture f/5.7. Liat baik-baik angka ISO dibawahnya.






ISO 1000 (kurang terang)







ISO 2500 (pas)






ISO 6400 (overexposed)



Jadi, bijak-bijak aja ngatur ISO. Pilih ISO yang kalian rasa pas.

Kalian bisa nyoba bereksperimen dengan 3 settingan ini. Coba kalian set shutter speed-nya cepat (< 1/15) aperture-nya rendah (< 22) dan ISO-nya tinggi (> 100). Kalo komposisinya pas, Kalian bisa bikin foto kayak gini.









Sekarang, gue mau ngasih tips-tips memotret yang mudah dengan DSLR. yg bersumber dari google yg sedikit gue edit *gpph kan

Pilih kamera yang sesuai dengan kebutuhan Kalian. Kalo kalian baru pertama kali menggunakan DSLR, pilih kamera DSLR yang untuk amatir biar gampang makenya. Kamera ini kecil, ringan, dan harganya kira-kira 6 juta ke bawah. Kalo kalian udah jago pake DSLR, pilih yang semi-pro atau pro which is kualitasnya lebih bagus dari amatir. Yang ini besar, berat, dan harganya 7 juta keatas.
Selalu gunakan mode kamera yang kalian pewe makenya, misalnya yang semi manual (P, Av, Tv), manual (M), atau full auto.
Selalu perhatiin kalo foto kalian overesposed supaya kalian bisa set shutter speed, aperture, dan ISO sampai pas.
Kalo foto di tempat yang gelap atau kurang cahaya, usahain kurangi pemakaian flash karena flash mengurangi keaslian suasana di foto. Atur aja shutter speed, aperture dan ISO-nya. Kalaupun pake flash, kurangin aja 'flash exposure composition'-nya (saran: kurang dari -1)
Usahain tangan kalian dalam keadaan steady atau diam ketika memotret untuk menghindari motion blur (blur karena goyang), atau kalo perlu pake tripod.Oke, 
sekian tutorial dari gue.yg abstrak tapi pasti *gpphkan

Moga tutorialnya bermanfaat and maaf kalo masih ada salah-salah kata atau istilah, atau saran-sarannya menyesatkan, tapi gue harap lebih banyak bermanfaatnya daripada menyesatkannya. This is the first tutorial i've ever made, so harap maklum :) 

dahhh :D
THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

THIS IS FEATURED POST 1 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Quas molestias excepturi
THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

THIS IS FEATURED POST 2 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Impedit quo minus id
THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

THIS IS FEATURED POST 3 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Voluptates repudiandae kon
THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

THIS IS FEATURED POST 4 TITLE

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam

Mauris euismod rhoncus tortor